Pada kesempatan ini aku ingin bercerita tentang asmara aku sendiri. Aku udah pernah pacaran sekitar 6 kali rasanya. Rasanya 6 sih,udah lupa,males ngingetin lagi. Tapi aku masih merasa terluka dengan mantanku yang terakhir ini, bukan terakhir sih, tapi yang ke 5 kayaknya. Ya gimana gak terluka, disaat aku udah memulai hubungan ke arah yang serius, eh ternyata dia minta main putus aja. Sangat jarang aku pacaran untuk berpikir ke depan. Beda kalo waktu smp, kalo waktu smp masih main-main kayaknya hehe. Ini aku waktu SMA ya aku ceritanya.
Pertama kali aku ketemu dia saat upacara agustusan di lapangan purna krida di daerah Kerobokan. Saat itu kesan pertama aku ngelihat dia , dia itu menarik menurut aku. Kalo aku untuk nyari cewek gak ada tipe, selama itu menarik ya aku suka haha. Senyumnya bener-bener manis banget, apalagi kalo senyumnya ,matanya kayak disipitin gitu. Hmm makin suka dan kagum aku. Perlahan-lahan aku mencoba mencari tau tentang dia. Untungnya aku ada kenal satu orang yang sekelas sama dia, aku kenal waktu MOS. Ya ini point yang bagus untuk mencoba mencari tau tentang dia.
Akhirnya kesempatan itu datang. Disaat udah jam pulang,aku lagi ada di kantin sendiri dan dia ternyata ada di depan meja kantin aku. Dia sedang ngbrol-ngobrol sama teman-temannya. Sementara aku sendiri tapi ditemani sama temen sekelasnya dia yang aku kenal waktu MOS tadi itu. Namanya Adelia. Adelia ini dari tadi itu ganggu aku banget,dan akhirnya aku mencoba memberanikan diri untuk duduk bersama dia, walaupun ada teman-temannya. Karena aku males sama si Adelia itu,ganggu dari tadi. Setelah aku duduk bareng mereka - mereka,aku kenalan satu per satu dengan mereka. Dan akhirnya aku tau namanya, namanya Vina. Hmm.. Aku mencoba kayak di sinetron-sinetron gitu waktu salaman sama si Vina itu tangannya aku pegang lama hehe, tapi temen-temennya ngeledekin dan bilang klo Vina udah punya pacar. Huftt, ternyata dia udah punya pacar,yaaahhh,, tapi aku akan coba dulu untuk deketin dia,walaupun dia udah punya pacar.
Waktu terus berjalan, aku semakin penasaran dengan Vina, berharap banget aku bisa jadi pacarnya waktu itu. Keesokan harinya aku melihat teman-temannya sedang duduk di kantin.Entah lagi makan atau lagi ngobrol-ngobrol mereka waktu itu. Aku samperin mereka, karena kalo aku bisa deket sama teman-temannya tentu aku bisa banyak tau tentang si Vina, dari A - Z. Dan luar biasa saat aku sedang memerhatikan mereka yang sedang asyik mengobrol ternyata mereka membicarakan kalo Vina udah putus sama pacarnya. Apa setelah Vina kenal sama aku dia langsung mutusin pacarnya ya?? wahh ke GR'an aku ya. Tentu sangat gembira dengan berita ini, berarti aku ada kesempatan bebas untuk ngedeketin Vina. Keesokannya aku ngelihat dia lagi di kantin, dimana saat itu aku sedang ngobrol-ngobrol sama teman-temannya. Dan disaat itu pun aku langsung meminta nomor teleponnya disaat ia sedang berbelanja di kantin. Dia memberikan nomor telponnya padaku.
Setelah aku dapet no telponnya dia, aku mengirim sms pertama ke dia pada waktu malam hari, "Hai" ,dia juga membalas "Hai juga", dan dia tau kalo yang ngirim sms itu aku. Aku ngerasa woow aja dihati waktu itu. Hari demi hari aku selalu berkomunikasi dengannya, memberinya perhatian ,menanyakan kegiatan dia dan lain-lain. Aku sama dia cuma punya satu kesamaan ,kita sama-sama lahir di tanggal 15. Cuma beda bulan dan tahun doang. Dia September 1999, aku November 1998. Ya walaupun cuma satu kesamaan tanggal lahir itu gak terlalu masalah lah buat aku, yang penting aku bisa jadi pacarnya itu yang terpenting. Dan pada akhirnya setelah aku selesai dari les bahasa inggris di sekolah aku langsung nyamperin temannya,namanya Diah. Aku minta pendapat sama dia bagaimana kalo aku hari ini nembak si Vina, momennya pas enggak atau gimana, dan dia pun langsung menyuruh aku untuk ke parkiran, karena Vina ada di parkiran karena mau pulang. Aku sama Diah menuju parkiran untuk nyamperin Vina, dan di saat itulah aku menyatakan rasa suka ku padanya,lalu aku pegang tangannya, "Vina,aku suka sama kamu,kamu mau gak mau jadi pacar aku ?" Dan dia langsung memeluk Diah,entah kenapa,mungkin dia kaget kalik. Diah pun menyuruh Vina untuk segera menjawab pertanyaanku. Akhirnya Vina menjawab "iya,aku mau" ,wowww rasanya seperti mimpi banget waktu itu. Dia nerima aku untuk menjadi pacarnya. Momen ini persis seperti cerita di film radio galau, dimana Bara nembak Velin di parkiran juga. Dan Bara pun berteriak "Yes,yes,yes,yes" untuk menunjukkan kegembiraannya, dan aku pun melakukan hal yang sama juga. Tentu aku sangat bahagia pada waktu itu. Kemudian aku langsung ke kantin, aku bener-bener masih gak nyangka bisa diterima sama dia. Dia akhirnya pulang mengendarai motornya dan melihat aku sedang berada di kantin lalu dia melambaikan tangan padaku. Sungguh mempesona situasi saat itu.
Hari demi hari aku lalui bersamanya. Hampir setiap jam istirahat aku menghampirinya di kelasnya. Setiap kita saling melihat satu sama lain dari kejauhan kita selalu melambaikan tangan untuk saling menyapa dari kejauhan. Gak cukup rasanya hanya di sekolah komunikasi kita, kita pun melanjutkan komunikasi dengan sms'an. Mungkin jadul ya,disaat mereka - mereka yang berpacaran komunikasinya lewat bbm atau WA ,aku malah lewat sms. Ya mau gimana lagi,waktu itu aku lagi gak suka dengan sosmed.
Dan tepat disaat mendekati hari ulang tahunnya, aku pun langsung berpikir untuk memberi kado apa untuknya. Aku bingung harus beli dimana, karena jujur, saat aku pacaran sebelum-sebelumnya aku gak pernah ngsik sesuatu kepada pacar, dan baru kali ini aku tergetak untuk membelikannya sesuatu. Mungkin kalo dulu cuma suka-suka'an , klo sama Vina udah sayang kalik. Aku meminta bantuan teman aku, namanya Yosi, dan dia mau membantuku untuk membelikan kado untuk Vina. Disaat itu aku bingung aku harus beli apa untuk Vina, akhirnya aku memilih boneka sebagai kado ultahnya. Dia suka warna biru. Jadi aku ingin Yosi mencari boneka apapun yang penting warnanya biru. Terkesan aneh ya, bukan aku yang datang ke toko untuk membeli bonekanya langsung, ya mau gimana lagi aku bingung toko boneka dimana pada waktu itu, apalagi aku gak pernah melakukan hal ini sebelum-sebelumnya. Yang terpenting kan aku memberinya kado untuknya. Caranya juga masih halal kok. Kemudian aku kasik uangnya ke yosi untuk membelikannya, tentu dengan harapan uang yang aku kasik itu gak kurang hheehe. Dan tepat saat hari ulang tahunnya tanggal 15 September 2014 aku pun memberi kado padanya saat dia pulang. Dia pun mengucapkan "Makasi ya sayang". Aku pun langsung pulang setelah memberinya kado tadi.
Dua hari berselang, semua itu berubah saat Diah,teman akrabnya Vina mengatakan padaku kalo Vina gak bisa untuk ngelanjutin hubungan dengan ku. Aku pun langsung ingin ngobrol empat mata dengan Vina. Dia menjelaskan semua, Alasannya karena perbedaan agama, kakaknya yang melihat hpnya Vina,membuka smsnya dan menanyakan apa ini pacarnya Vina yaitu aku. Dan Vina pun menjawab iya,dan kakaknya Vina bertanya pada Vina apa agamanya. Dan tentu dia menjawab dengan jujur klo agamanya islam,sedangkan Vina hindu. Kakaknya Vina pun melaporkan hal ini kepada ibunya, dan ibunya pun ngsik tau ke Vina supaya gak pacaran lagi denganku. Begitu Vina menceritakan semua kepadaku, aku bener-bener gak percaya, padahal aku udah serius sama dia. Emang berat banget klo masalah hal agama,apalagi memilih antara ibunya atau aku. Tentu pilihan yang sulit yang harus dia pilih juga. Jika aku berada di posisinya juga, mungkin aku akan lebih memilih ibuku ketimbang pacar yang masih bukan siapa-siapa.
Dengan begitu otomatis dia udah memutuskan hubungan kita. Padahal aku udah serius dengannya untuk membawanya ke masa depan, tapi ternyata hanya dalam durasi 1 minggu hubungan ini udah berakhir. Berkali- kali aku mendekati Vina untuk membujuknya agar tetap melanjutkan hubungan ini walau secara diam-diam, tetapi dia tetep gak mau, bahkan dia selalu menghindariku setiap ku memanggilnya. Bahkan ada kesempatan saat aku untuk mencoba ngobrol dengannya tapi dia bilang "entar" dan "entar". Aku tunggu dari jam pulang sekolah ,dia masih juga bilang itu. Lalu saat mau les bahasa inggris aku ketemu dengannya dan dia tetep bilang "entar". Mungkin saat pulang les dia mau ngobrol denganku walau sebentar. Dan tepat setelah aku juga pulang dari les bahasa inggris,aku hanya bertemu dengan salah satu temannya di kantin. Aku menanyakan padanya dimana Vina. Dia bilang kalo Vina belum pulang. Aku pun menunggunya di kantin. Dan lumayan lama aku menunggu Vina. Dan yang ditunggu-tunggu akhirnya pun datang, lalu aku meminta Vina untuk membicarakan kalo aku nggak bisa putus dengannya, tapi apa daya, dia bilang kalo dia sedang buru-buru mau pulang :( , lalu apa maksud kata "entar" yang dia ucapkan tadi? heeeuuhh... Aku sudah lemas , aku pulang dengan rasa kecewa padanya. Aku benar-benar gak bisa ngelupain dia dalam waktu yang sebentar. Sulit untuk move-on darinya. Karena aku sebelumnya tidak pernah seserius ini kalo pacaran. Tapi akhirnya lambat laun, aku bisa melupakan dia. Pelajaran yang aku dapat juga adalah untuk melupakan orang yang kita sayangi yang telah mengecewakan kita, jangan memaksa untuk melupakannya, tapi biarkan saja ,karena dengan seiring berjalannya waktu, semua rasa itu akan menghilang dengan sendirinya dan kini hanya tersisa kenangan.
Cukup sampai sini dulu ya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar